Tampilkan postingan dengan label Tugas Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan

16 Maret 2011

Konsep Manajemen Proses di Sistem Operasi

1.         1. Manajemen Proses
Secara informal, proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global. suatu program adalah satu entitas pasif, seperti isi dari sebuah berkas yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif, dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkat sumber daya/ resource yang berkenaan dengannya.
Walau dua proses dapat dihubungkan dengan program yang sama, program tersebut dianggap dua urutan eksekusi yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa pengguna dapat menjalankan copy yang berbeda pada mail program, atau pengguna yang sama dapat meminta banyak copy dari program editor. Tiap-tiap proses ini adakah proses yang berbeda dan walau bagian tulisan-text adalah sama, data section bervariasi. Juga adalah umum untuk memiliki proses yang menghasilkan banyak proses begitu ia bekerja.
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).

10 Maret 2011

Referensi Tentang Sejarah Sistem Operasi

Referensi Tentang Sejarah Microsoft DOS & Windows

Semua orang yang pernah menggunakan komputer pasti sudah tidak asing lagi dengan kedua sistem operasi ini. Hingga kini, kedua sistem operasi inilah yang paling banyak digunakan oleh pengguna komputer di Indonesia.
Microsoft DOS, sistem operasi yang sangat populer ditahun 80-an, merupakan sistem operasi 16-bit yang berbasiskan teks. Perintah diberikan melalui command-line atau baris perintah pada prompt yang ada. Sistem operasi ini bukan merupakan sistem operasi multitasking, yang berarti anda hanya dapat menjalankan satu aplikasi/operasi pada satu waktu. Sistem operasi ini menyandarkan seluruh manajemen sistem filenya pada sistem file 16-bit yang tidak efisien, boros, dan lambat. Sistem file ini hanya dapat mendukung kapasitas harddisk terbesar 2 GB, yang cukup menyulitkan jika digunakan saat ini, dimana kapasitas harddisk dibawah 5 GB sudah amat jarang. Karena itu pulalah maka sistem operasi ini semakin menghilang dari dunia komputer di Indonesia.
Microsoft Windows, merupakan jawaban Microsoft atas sistem operasi Macintosh. Dibangun berdasarkan sistem operasi grafis milik Macintosh, Microsoft Windows memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lebih nyaman dengan menggunakan interface grafis dan klik-klik mouse saja. Sistem operasi Windows versi awal sampai dengan versi 3.xx belum merupakan sistem operasi murni, dalam arti ia masih membutuhkan MS-DOS untuk booting. Masih mengandalkan sistem file dan arsitektir 16-bit untuk beroperasi, Windows versi awal ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan DOS, diantaranya pengoperasian manajemen file dengan drag-and-drop, pengoperasian komputer dalam modus grafis yang lebih enak dipandang, dan sistem multitasking yang memungkinkan pengguna menggunakan lebih dari satu operasi/aplikasi dalam satu waktu. Tetapi, dari sekian banyak feature yang dimiliki Windows pada masa itu, terdapat pula serangkaian bug yang membuat pengoperasian Windows menjadi kurang nyaman, seperi seringnya Windows menjadi hang, mudah error, dan serangkaian kesalahan yang lain.
Jaman berubah dan Microsoftpun semakin menyempurnakan sistem operasi Windowsnya dengan meluncurkan sistem operasi Windows 95, sebuah sistem operasi 32-bit yang menawarkan fasilitas dan tampilan yang lebih baik. Manajemen file yang 32-bit ini memungkinkan penamaan file panjang hingga 256 karakter. Selain itu, sistem multitaskingnya juga lebih ditingkatkan, kini aplikasi yang terbuka akan terlihat pada taskbar yang dengan mudah dapat diakses kembali hanya dengan mengklik lambangnya pada taskbar. Selain itu, setiap aplikasi yang dijalankan pada sistem operasi ini dijalankan pada suatu virtual machine tersendiri yang terpisah dari aplikasi yang lain. Hal ini membuat jika suatu aplikasi mengalami hang tidak akan berpengaruh besar terhadap sistem operasi. Anda hanya perlu menutup aplikasi bermasalah tersebut dan anda dapat bekerja dengan normal kembali.
Saat ini, Windows sudah memiliki banyak versi, seperti Windows 95, Windows95 OSR 2.1, Windows95 OSR 2.5, Windows98, Windows98 SE, dan yang paling akhir, Windows Millenium Edition atau lebih dikenal dengan WindowsME.
Selain mengembangkan sistem operasi Windows untuk pengguna pribadi, Microsoft juga mengembangkan sistem operasi Windows khusus untuk pemakaian dalam jaringan dan perkantoran yang disebut dengan WindowsNT. Keistimewaan sistem operasi ini dibandingkan dengan Windows untuk pengguna pribadi (Windows9x) terletak pada fungsi jaringannya yang diperluas dan sistem keamanan dan kestabilannya yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem Windows9x. Saat ini, versi terakhir dari WindowsNT adalah WindowsNT 5.0 yang dikenal sebagai Microsoft Windows 2000.
Tetapi, dari semua sistem operasi Windows yang beredar, terdapat satu kesamaan yang sudah dikenal secara luas oleh para pengguna Windows, yaitu seringnya Windows mengeluarkan pesan kesalahan fatal  yang dikenal dengan sebutan Blue Screen Of Death (BSOD). Dinamakan demikian karena biasanya setelah keluar pesan ini, komputer harus direstart ulang untuk dapat bekerja kembali.

 
Referensi Tentang Sejarah Macintosh Operating System (MacOS)

Beberapa orang yang salah kaprah menamakan MacOS sebagai "Kakek buyutnya tampilan grafis". Tampilan MacOS (Macintosh Operating System) yang sudah ada. sejak 1984 dan juga mouse, sebenarnya ditemukan oleh peneliti Xerox SPARC. Tapi Apple-lah yang mempopulerkannya dan belakangan diikuti Microsoft.
Apple jelas lebih maju. Salah satu sebab penting adalah hardware dan sistem operasi yang berasal dari produsen yang sama. Dalam versi-versi awalnya, MacOS telah memiliki fungsi-fungsi yang pada Microsoft baru dapat dinikmati dengan Windows 95.
Dalam tahun-tahun terakhir ini sistem operasi Apple secara teknis agak tertinggal. Walaupun selama 15 tahun MacOS juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, tapi beberapa hal pada MacOS tampak agak kuno dibanding pesaing pada platform lainnya. Versi terakhir yaitu MacOS 8.5.1 memiliki preemptives multithreading, pengaman memori, sistem file modern (HFS+) dan TCP/IP Stack yang matang.
MacOS 8.5 juga dilengkapi dengan program "Sherlock". Detektif ini tidak hanya mencari file pada harddisk dan dalam jaringan lokal, tapi juga dapat beraksi di Internet dan mencari berdasarkan keyword.
Dengan tampilan grafis yang nyaman dioperasikan, Mac selalu merupakan pilihan para graphic desainer dan desktop publishing (DTP). Hal yang tak berubah hingga kini adalah kinerjanya belum dapat ditandingi oleh Wintel (Windows/Intel) pada aplikasi semacam Photoshop atau QuarkXPress, dan pada program standar desktop publishing.
Belum lama ini, Apple mengeluarkan sebuah arsitektur sistem operasi baru, yaitu MacOS X Server. Untuk pertama kalinya, sistem operasi server yang baru ini berbasis kernel Unix (Mach 2.5) dan menawarkan multitasking sejati serta kinerja yang jauh lebih tinggi daripada AppleShare Server biasa. Dengan demikian sistemnya juga lebih stabil. Namun Apple tetap tak mempercayakan pengendalian server kepada administrator sistem melalui baris perintah. Semua fungsi komputer dioperasikan lewat tampilan grafis. Sementara itu, kompatibilitasnya dengan aplikasi MacOS tetap terjaga berkat bantuan program terkenal yang disebut "BlueBox"
Meskipun belum ditentukan, komputer desktop juga akan mendapat MacOS X. Yang jelas, kernelnya merupakan sebuah turunan Mach 4 yang pasti lebih dapat diandalkan dan menawarkan kinerja yang sangat tinggi. 


Referensi Tentang Sejarah LINUX

Sistem operasi dengan simbol pinguin ini, akhirnya berhasil "melompat" dari universitas ke pasar desktop dan server.
Pada tahun 1991 ketika penemu Linux, Linus Torvalds dari Finlandia, menyediakan sistem operasi mininya secara cuma-cuma melalui Internet, ia tak mengira, akan menimbulkan "keributan". Dulu pemakai masih membutuhkan sebuah sistern operasi lainnya (Minix) untuk dapat menggunakan Linux.
Pada tahun 1992, terjadi diskusi menarik yang terkenal dengan "Linux is obsolete" antara Andy Tanenbaum, Professor of Computer Science di Free University of Amsterdamp, yang juga merupakan pembuat utama sistern operasi Minix, dengan Linus Torvalds tentang kernel monolithic dan microkemel.
Linux bekerja dengan sebuah kernel monolithic. Sebuah kelompok kerja di Dresden melakukan percobaan implementasi microkernel yang dinamakan proyck "Fiasco".
Linus Torvald sendiri tak pernah meragukan, bahwa Linux akan memantapkan dirinya sebagai sistem operasi server. Kenyataan membuktikan bahwa para pengguna web server lebih memilih turunan Unix yang gratis ini. Di level perusahaan, penggunaan Linux sebagai firewall atau webserver meningkat sangat drastis. Salah satu alasan terpenting adalah tingkat kestabilannya. Server Linux biasanya dapat difungsikan ratusan hari tanpa booting atau uptime. Bila dihentikan, biasanya karena adanya pernasangan komponen hardware baru atau mengupdate kernel.
Oleh karenanya Linux sangat cocok sebagai sistem operasi untuk server. Selain itu ia juga sangat murah. Selain murah, distribusi Linux juga dapat digunakan pada beberapa server sekaligus tanpa melanggar aturan lisensi. Kecuali program database komersial, program server untuk Linux juga tersedia gratis. Contoh Samba untuk fileserver, Apache untuk webserver, Sendmail atau Smail sebagai mailserver dan seterusnya. Tidak ada pembatasan jumlah pengguna (client) oleh lisensi, baik pada Linux mau pun program server. Persyaratan teknis dapat diatasi dengan penggunaan hardware yang lebih baik (multiprosesor, RAM yang lebih besar, serta kapasitas harddisk yang lebih besar).
Tanpa dukungan para produsen hardware dan software, sistern operasi apapun tidak akan bisa berkembang, termasuk Linux. Produsen-produsen software terkemuka telah membuat aplikasi profesional untuk Linux, Di antaranya adalah perusahaan database, yang menawarkan produk andalannya untuk Linux. Sebut saja Oracle, Informix, Sybase, IBM, Inprise (dulu Borland) dan Software AG. Menurut informasi, SAP juga sedang membuat R/3 untuk PC dengan sistem operasi Linux yang diperkirakan rampung pada kuartal ke 3 tahun ini.
Persaingan antar sistem operasi tidak hanya ditentukan di pasar server, tapi juga terutama pada. meja kerja di kantor dan di rumah. Kriteria pemilihan sistern operasi untuk server tak sama dengan untuk PC desktop. Selain banyaknya fungsi dan harga, instalasi dalam bahasa negara pemakai yang bersangkutan, perawatan, paket Office, programprogram yang ditawarkan, dan game, pengoperasian yang mudah dan intuitif juga tidak kalah pentingnya.
Di masa lalu Linux masih memiliki kelemahan dalam hal-hal tersebut. Kini kelemahan tersebut telah dikurangi dan diramalkan akan lenyap seluruhnya. Para produsen distribusi Linux selalu memperbaiki program instalasinya dari versi ke versi dengan tujuan menyingkirkan hambatan-hambatan bagi pemakai.
Kernel Linux sendiri dapat mengenali semakin banyak komponen hardware secara otomatis, sehingga pemakai tidak mutlak memerlukan pengetahuan mengenai alamat 1/0 atau Interrupts untuk instalasi.
Menyangkut paket Office juga sudah ada perbaikan. Selain software klasik untuk Unix, yaitu Applix, sduah ada Star Office 5 dan WordPerfect 8 dari Corel, yang diberikan gratis bagi pemakai pribadi (lihat "Aplikasi standar untuk Linux"). Perbaikan juga sedang dilakukan pada paket Office yang terintegrasi, Koffice for KDE.
Program-program populer yang mapan juga semakin banyak tersedia untuk Linuix, misalnya Acrobat Reader, program CAD Varcon, ARCAD, dan Matheinatica.
Program-program Linux untuk text-console juga dapat dipakai sehari-hari. Untuk mengoperasikannya, memang perlu sedikit membiasakan diri tapi semua fungsi yang penting telah tersedia.
Kelebihannya sering terletak pada konfigurasi yang beragam, dimana dengan sistem modul dari aplikasi dan tools dapat diciptakan lingkungan aplikasi sesuai keinginan. Hal ini memungkinkan dapat dihasilkannya sistem operasi yang stabil dan cepat.
Desktop manager standar untuk tampilan grafis Linuix Xfree86 disebut Fvwm dan cukup rumit dioperasikan. Sebaliknya KDE (K Desktop Environment) versi 1.1.1 lebih menyerupai Windows 98. Fungsi drag and drop, request HTTP dan FTP dalam jendela dimungkinkan. Selain itu aplikasi untuk KDE sudah banyak tersedia dan akan terus bertambah. Cukup mudah membuat program aplikasi KDE, karena KDE berbasis pada Qt milik perusahaan Troll Tech dari Norwegio.
Sejak ada proyek KDE, lisensinya sebagai software gratis dipertentangkan. Qt untuk Linux adalah software gratis, tapi terikat lisensi Troll Tech. Sedangkan untuk platform lain, Qt tidak gratis. Karena itu beberapa distributor seperti Redhat dan Debian tidak mau mengedarkan KDE secara resmi. Tapi mulai versi 2.0 mendatang, Troll akan memasukkan Qt ke bawah lisensi Open Source. Langkah ini tentunya menguntungkan bagi penyebaran KDE.
Bila Anda kurang berminat pada KDE, Anda dapat mencoba GNOME (GNU Network Object Model Environment).Walaupun tak sematang" KDE, desktop manager yang sejak awal dikonsep sebagai software gratis ini memberi kesan yang positif
Dimulai dari muncuinya versi kernel 2.2 yang ditunggu-tunggu, dan kemudian 2.2.0 lalu 3 hari kemudian diikuti versi 2.2.1 sebagai bug fix. Tidak lama kemudian versi berikutnya, yaitu 2.2.2 sudah beredar dan kini telah mencapai versi 2.2. 10 (stable version). Perkembangan versi baru yang demikian cepat menunjukkan bahwa versi 2.2 merupakan sebuah milestone yang penting.
Meskipun tidak mudah, tapi mengupgrade kernel menguntungkan karena banyak penambahan baru yang akan dijelaskan berikut ini:
Prosesor:
Kernel 2.2 mendukung feature (juga bug) prosesor non-Intel seperti AMD. Komputer dengan multiprosesor (hingga 16 prosesor) kini berfungsi lebih efektif dan lebih mudah dikonfigurasikan dibandingkan pada kernel 2.0. Begitu juga dengan Power Management.
Selain itu kernel 2.2 juga dapat digunakan untuk prosesor Motorola 68K, SPARC, PowerPC, dan ARM. Bahkan mendukung platform 64bit dengan Sparc64 dan Alpha dengan 64bit. Tapi kemajuan juga ada harganya. Kini pada prosesor Intel dan yang kompatibel dengan Intel, 4 MB RAM tidak lagi cukup. Minimal 8 dan lebih baik lagi 16 MB.
PCIBus:
Dukungan untuk komputer "mikro kanal" IBM datang terlambat dan kebanyakan sudah tidak dipakai lagi. Yang menentukan adalah perbaikan untuk PCI dengan akses langsung pada BIOS PC. Akses mclalui driver pada CMOS RAM juga diimplementasikan. Konstruksi modul kernel yang dapat diload secara otomatis dengan "kerneld" dipindahkan ke kernel.
EIDE, SCSI, USB:
Port paralel IDE akan lebih mudah dioperasikan dan untuk SCSI ada driver untuk host adapter yang baru. Beberapa dari IrDA Controller kini ditemukan oleh kernel. Tidak demikian halnya dengan USB Controller.
Soundcard, joystick:
Jika dulu cukup sulit untuk membunyikan soundcard, maka dengan adanya kernel yang baru seharusnya bisa menjadi lebih baik/lebih mudah. Banyaknya kode baru dan dukungan Plug-and-Play serta. kata "support out of the box" membuat proses instalasi jauh lebih mudah dan menyenangkan daripada sebelumnya. Selain itu terdapat modul joystick dan dukungan terhadap digitizerpads yang disukai para graphic designer.
Sistern file:
Meskipun sistem file lama Ext hilang, itu bukanlah suatu kerugian. Kini pemakai dapat mengakses drive Windows yang dikompresi. Sedangkan akses tulis pada NTFS masih dinantikan. Disket SCSI Macintosh hanya dapat dibaca, sama dengan UFS dari FreeBSD, Solaris dan sistem BSD-Unix. Untuk pengamanan terhentinya arus listrik, dapat digunakan DiskArrays menurut RAID 0, 1, 4, dan 5.
Linux kini dapat meload Codepages UNICODE Microsoft untuk menampilkan nama. file, yang bermanfaat dalam menginstalasikan sistem file berbasis VFAT Windows 95/98 dan Joliet. Sehubungan dengan itu, para developer kernel telah membuat cache khusus untuk nama file yang bertujuan mempercepat proses "open file".
Jaringan:
Di samping banyak network card baru, protokol Internet IPv6 telah menemukan akses protokol Netware SPX dan sistem file Coda. TCP/IP biasa telah dilengkapi dengan konfigurasi alamat serial melalui BOOTP dan RARP. Default-Route sistem kini dibuat sendiri oleh kernel, sehingga "add route ..." tak lagi diperlukan. Code untuk IP-Tunneling dan fungsi-fungsi firewall telah direvisi total.
Sebagai sistem operasi server yang murah dan untuk tujuan komersial, Linux merupakan alternatif "sejati" bagi Windows NT maupun sistern Unix komersial. la sangat tepat sebagai klien Internet ataupun Intranet berkat protokol TCP/IP dan Netscape Navigator yang selalu aktual dan tingkat kestabilannya.
Sistern operasi desktop Linux sebagai pengganti Windows 98 juga disarankan dengan makin meluasnya dukungan hardware dan software. Meskipun proses instalasinya lebih rumit dibandingkan dengan Windows, Linux mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dipunyai sistem operasi lain.


Referensi Tentang Sejarah UNIX

Unix yang beredar di dunia dewasa ini sudah terbagi menjadi 2 bagian, sistem Unix komersial yang dipegang Solaris dari Sun dan UnixWare dari SCO, dan sistem Unix gratis yang dimotori oleh FreeBSD.
Untuk sistem operasi Unix komersial, bidang aplikasi utama adalah server Intranet dan database.
Meskipun mempunyai sejarah yang panjang, stabilitas yang telah terkenal, dan kinerja yang lebih baik pada beberapa bidang dibanding Windows NT, tak urung pangsa pasarnya mulai menghilang. Sebabnya adalah harga yang mahal dan kecepatan inovasi Linux yang lama kelamaan mendesak sistem Unix komersial.
Para produsen yang bersangkutan telah mencoba bereaksi pada tekanan pasar. Pada SCO, Anda bahkan dapat memilih UnixWare 7 atau OpenServer 5.0.5 dan memesannya secara online. Namun dalam kernampuan multiuser keduanya tak sebaik versi komersial.
Untuk Solaris dan SCO tersedia LinuxEmulator untuk menjalankan program Linux, yaitu ELF dan a.out yang tersedia di http://www.ugcs.caltech.edu/~steven/lxrun. Dan mulai UnixWare 7.1 disertakan sebuah emulator.
Instalasi Solaris untuk CPU Intel cukup mudah: Anda hanya membutuhkan 2 buah partisi kosong. Boot-manager Solaris diinstalasikan kemudian, bila belum ada. Anda dapat memilih 2 cara instalasi: Interaktif seperti biasa atau berbasis web browser.
Pengenalan hardware berlangsung otomatis dan memberikan hasil yang lumayan. Pembuatan partisi sebaliknya agak rumit, karena interaksinya sama sekali lain dengan program FDISK umumnya.
Routine instalasi SCO UnixWare lebih maju dibanding Solaris, tapi tak dapat langsung menemukan banyak network card.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bagi para pemakai rumahan yang ingin mencoba sistem Unix, dapat memakai versi gratis, seperti :
FreeBSD
NetBSD 1.3.3

FreeBSD kompatibel secara binari dengan SCO-Unix, BSDI, NetBSD, Linux dan 386BSD. Secara teoritis, ini berarti program sistem operasi-sistem operasi tersebutjuga dapat digunakan pada FreeBSD.
Instalasi FreeBSD mirip dengan Linux: Pertama-tama anda harus membuat 2 buah disket boot atau juga bisa langsung memanggil dari CD, memboot dari disket, mempartisi harddisk dan memulai program instalasi. Pada FreeBSD, kebanyakan bagian program ada pada CD dalarn bentuk paket, yang dapat dicopy satu demi satu ke dalarn harddisk dan juga dapat disingkirkan kembali jika diinginkan.
FreeBSD tidak dapat digunakan pada mikrokanal lama PC IBM. Yang lebih buruk lagi adalah ia juga tak mendukung ISA Plug-and-Play card. Sebagai tampilan grafis bisa digunakan Xfree86 versi 3.3.3, dengan desktop manager seperti KDE, GNOME, AfterStep, dan WindowMaker.
Pada beberapa tes benchmark yang dilakukan, FreeBSD dapat berjalan Iebih cepat daripada Linux dalam beberapa bagian, misalnya sebagai server NFS (Network File System adalah protokol fileserver yang umum antara sesama sistem operasi Unix).
Selain program Unix gratis dari BSD, kini produsen seperti Sun dan SCO menawarkan sistem operasinya secara (hampir) cuma-cuma sebagai versi perkenalan. Yang mencobanya mungkin suatu hari akan menggunakannya untuk bekerja dan dengan demikian wajib membayar. Selain itu software yang gratis diyakini bisa meningkatkan penyebaran dan membantu menemukan bug dengan lebih cepat.
Para "pejuang" software gratis menolak politik lisensi ini. Mereka mengkritik, bahwa softwarenya tetap terikat lisensi, dan tidak boleh dicopy secara bebas. Dibanding Linux, driver hardwarenya juga kurang menyenangkan.
Namun pengalaman para produsen berefek positif pada produknya. Kestabilan dan ketersediaan banyak aplikasi server dan Internet client merupakan nilai lebih.
Sebagian besar kernel Unix ditulis dalam bahasa pernrograman C dan karenanya dapat dipindahkan ke platform hardware lainnya dengan sedikit upaya. Sistem file disusun secara hirarkis dengan direktori seperi halnya Linux, sedang hardware dikontak melalui interface simbolik. 
Jika dibandingkan dengan Linux, maka masalah yang ada pada FreeBSD dan NetBSD adalah keciInya basis developer dan pernakai yang mencari bug/kesalahan program. Selain itu, hampir tak ada aplikasi komersial untuk BSD yang gratis. Sebagai server database dan sistem operasi desktop, masa depan sistem operasi ini tidak jelas., termasuk untuk masa depan.
Secara prinsip, turunan BSD yang berasal dari software gratis ini setidaknya sama baiknya dengan Linux dalam kebanyakan aplikasi server. Itu sebabnya kenapa cukup banyak ISP (Internet Service Provider) yang menggunakan BSD. Hanya saja dukungan hardwarenya tidak jelas. Karena kurangnya developer dan pemakai serta dukungan hardware, keluarga Unix yang gratis ini tak bisa menandingi perkernbangan Linux yang demikian cepat.



Referensi Tentang Sejarah Be Operating System (BeOS) 

Sejak versi pertamanya tahun 1997, salah satu tujuan utama BeOS, adalah mengeIola jumlah data yang besar secara optimal. Sistem operasi ini dapat memenuhi tuntutan aplikasi-aplikasi multimedia dengan dukungan multi prosesor, sistern file 64-bit, dan multithreading.
BeOS sepenuhnya kompatibel dengan semua arsitektur Intel, AMD, dan PowerPC serta mendukung pula penggunaan multi prosessor hingga 16 prosessor (hingga versi 5). 
Pada mulanya BeOS dikembangkan untuk BeBox, sebuah komputer dengan 2 prosesor PowerPC dan dengan memori utama maksimal 256 MB. Meskipun BeOS dulu termasuk sangat lengkap, tapi ia tak dapat menyaingi sistem operasi yang telah mapan seperti Intel dan Macintosh. Salah satu sebabnya adalah jatuhnya harga produk Microsoft secara drastis selain lebih matangnya dukungan vendor dan kompatibilitas Windows. Setelah itu produsen Be langsung bereaksi dan sejak versi 3, sudah tersedia BeOS untuk Power Macintosh dan untuk PC berbasis prosesor Intel.
Dengan arsitektur multithreading, BeOS memanfaatkan prosesor secara optimal. Dari sistern file hingga tampilan, sistem operasi dibagi-bagi dalam threads. Threads adalah pekerjaan atau tugas yang dapat dilaksanakan secara terpisah dan tak tergantung satu sama lain. Bila ada beberapa prosesor pada satu PC, BeOS dapat membagi-bagi threads secara dinamis kepada setiap prosesor. Hal ini dapat mengurangi waktu proses secara signifikan.
Sistem operasi seperti Windows 95/98 bekerja dengan sistem file 32-bit yang membatasi besar sebuah file maksimal 4 GB.Lain halnya dengan BeOS yang bekerja dengan sistem file 64 bit, sebuah file pada BeOS dapat mencapai ukuran hingga 18 juta terrabyte atau lebih dari 18 milyar bytes.
Selain itu sistem file juga mencatat semua yang dilakukan. Artinya, setelah hubungan listrik terputus, ia dapat mengembalikan semua data seperti semula. Bila sistem operasi server membutuhkan berjam-jam untuk itu, BeOS hanya perlu beberapa menit, karena ia hanya menstart ulang transaksi yang belum selesai dan menutupnya. Aksi yang sudah selesai dihapus dari protokol.
Sebuah sistem operasi menjadi menarik, bila program atau software-softwarenya telah tersedia. Daftar program yang tersedia untuk BeOS masih sedikit dan kalah jauh jika dibandingkan dengan Windows. Namun dalam usia yang masih muda, hal ini dapat dimaklumi. Beberapa program untuk Be yang sudah tersedia, misaInya adalah Globe Productive, sebuah paket ArtWork dengan pengolah teks, kalkulasi tabel, dan modul gambar. Di bidang multimedia, 26 produsen seperti Steinberg (Nuendo, pengolahan file sound) atau Emagic (logic Audio, pengolahan realtime sound) berencana akan membuat software untuk BeOS.
Dalam waktu dekat BeOS akan mendukung prosesor Intel Pentium III dan 4 yang direncanakan sudah terintegrasi mulai versi 4. 1. Lebih lanjut ke depan akan ditentukan mengenai program-program dan dukungan hardware. Jumlah software dan driver yang kini masih sedikit akan terus bertambah dan semakin banyak produsen ternama yang membuat produk untuk platform ini.
Produsen hardware juga mendukung BeOS. Di Eropa, Fujitsu misalnya akan memberikan BeOS 4.0 ke dalarn paket PC yang Anda beli jika diinginkan. Pada versi 5.0 yang direncanakan untuk diluncurkan pertengahan tahun ini, BeOS juga menarik bagi pemakai komputer di Indonesia. Kabar terakhir menyebutkan bahwa BeOS juga sedang memikirkan ke arah opensource
Pada versi 4.0, salah satu kelemahan BeOS yang penting telah disingkirkan. Sejak itu BeOS juga mampu menulis dan membaca sistem file FAT Windows dan DOS. Dengan demikian dual-boot berfungsi tanpa masalah (Windows dan BeOS pada PC yang sama). Dengan arsitektur dan dukungan produsen software multimedia, BeOS akan mampu menjadi sistem operasi multimedia masa depan.


Referensi Tentang Sejarah OS/2 Warp

Sistem operasi OS/2 Warp dikembangkan oleh IBM. Di balik nama "OS/2 Warp Server for E‑Business", terdapat OS/2 versi 5.0 yang baru. Hingga saat ini masih belum jelas, apakah akan ada versi terpisah umuk desktop atau sernuanya dalam satu paket.
Tidak banyak yang diketahui tentang sistem operasi ini. Teknik sistem file yang digunakan adalah "Journaling File System" (JFS). Strukturnya lebih menyerupai database daripada sistem file. Berkat JFS, setiap perubahan dapat dibatalkan dan pemeriksaan integritas seperti yang dituntut oleh NTFS atau sistem lainnya tak diperlukan. Ini merupakan keuntungan yang besar bagi sebuah server, yang harus selalu available 100%, baik dalam Intranet maupun Internet.
Software yang tersedia untuk pengguna pribadi relatif sedikit. Untuk aplikasi bisnis sudah tersedia versi Star Office yang sesuai. Di bidang aplikasi khusus, misaInya untuk bank atau asuransi, dimana keamanan investasi merupakan hal penting bagi pelanggan, OS/2 menguntungkan untuk investasi karena mampu mendukung versi yang lama.
Seperti sebelumnya, kelebihan utama OS/2 adalah arsitekturnya yang kuat. Kernel preemptives multitaskingnya sangat stabil dan hanya. dapat disaingi oleh Unix. Integrasi Java dalam sistem membuat Warp server penghubung platform im menjadi sebuah "server untuk semua". Ini mungkin trend masa depan, dimana Warp menghubungkan sernua sistem operasi dengan sernua platform dalam jaringan ("any to any").


Referensi Tentang Sejarah JavaOS

Mungkin hanya sedikit dari kita yang mengetahui atau setidaknya pernah mendengar tentang sistem operasi Java ini. JavaOS ini juga dibuat oleh perusahaan yang sama yang menciptakan bahasa pemrograman internet yang sudah lebih dulu populer, Java. Jalur pengembangan JavaOS terbagi dalam beberapa cabang: Ada JavaOS untuk consumer, yaitu sebuah sistern operasi untuk televisi, Web-Phones, dan komputer saku (palmtop). Di sisi lain Sun mengembangkan dan memasarkan JavaOS for Business yang lebih ditujukan untuk penggunaan pada jaringan perusahaan.
JavaOS bukan pengganti sistem operasi biasa yang utuh, melainkan lebih tepat disebut sebagai sebuah lingkungan (pengembangan) bagi perusahaan. Pendahulu JavaOS for Business adalah JavaOS for NC. Konsep im dibuat untuk Thin Clients, yang dapat beroperasi tanpa harddisk. Konsekuensinya: Yang ingin menggunakan JavaOS membutuhkan server Windows NT untuk booting.
Dengan versi Businessnya JavaOS dioptimalkan bagi platform industri yang terbuka. Dengan demikian perusahaan dapat melakukan perawatan dan mengelola aplikasi web dan Java secara sentral melalui serverjaringan. Seluruh sistem operasi klien juga dapat dikelola secara sentral melalui server. Softwarenya tak perlu diinstalasikan pada setiap komputer klien.
Menurut keterangan Sun Microsystems, untuk platform Java tersedia lebih dari 1200 aplikasi komersial. JavaOS Runtime yang tak tergantung platform dan kernel khususnya membentuk kedua lapisan utama sistem operasi. Komponen penting Runtime adalah Java Virtual Machine.
Di Amerika Serikat JavaOS for Business dijual seharga US $ 90. Dalam paket penjualannya, termasuk produk lain seperti misalnya Java Development Kit (JDK).


Bisa Download disini http://www.ziddu.com/download/14127687/refrensisejarahsistemoperasi.doc.html