Referensi Tentang Sejarah Microsoft DOS & Windows
Semua orang yang pernah menggunakan komputer
pasti sudah tidak asing lagi dengan kedua sistem operasi ini. Hingga kini,
kedua sistem operasi inilah yang paling banyak digunakan oleh pengguna
komputer di Indonesia.
Microsoft DOS, sistem operasi yang sangat
populer ditahun 80-an, merupakan sistem operasi 16-bit yang berbasiskan teks.
Perintah diberikan melalui command-line atau baris perintah pada prompt yang
ada. Sistem operasi ini bukan merupakan sistem operasi multitasking, yang
berarti anda hanya dapat menjalankan satu aplikasi/operasi pada satu waktu.
Sistem operasi ini menyandarkan seluruh manajemen sistem filenya pada sistem
file 16-bit yang tidak efisien, boros, dan lambat. Sistem file ini hanya dapat
mendukung kapasitas harddisk terbesar 2 GB, yang cukup menyulitkan jika
digunakan saat ini, dimana kapasitas harddisk dibawah 5 GB sudah amat jarang.
Karena itu pulalah maka sistem operasi ini semakin menghilang dari dunia
komputer di Indonesia.
Microsoft Windows, merupakan jawaban Microsoft atas
sistem operasi Macintosh. Dibangun berdasarkan sistem operasi grafis
milik Macintosh, Microsoft Windows memungkinkan pengguna untuk berinteraksi
dengan lebih nyaman dengan menggunakan interface grafis dan klik-klik mouse
saja. Sistem operasi Windows versi awal sampai dengan versi 3.xx belum
merupakan sistem operasi murni, dalam arti ia masih membutuhkan MS-DOS untuk
booting. Masih mengandalkan sistem file dan arsitektir 16-bit untuk beroperasi,
Windows versi awal ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan DOS,
diantaranya pengoperasian manajemen file dengan drag-and-drop, pengoperasian
komputer dalam modus grafis yang lebih enak dipandang, dan sistem multitasking
yang memungkinkan pengguna menggunakan lebih dari satu operasi/aplikasi dalam
satu waktu. Tetapi, dari sekian banyak feature yang dimiliki Windows pada masa
itu, terdapat pula serangkaian bug yang membuat pengoperasian Windows menjadi
kurang nyaman, seperi seringnya Windows menjadi hang, mudah error, dan
serangkaian kesalahan yang lain.
Jaman berubah dan Microsoftpun semakin
menyempurnakan sistem operasi Windowsnya dengan meluncurkan sistem operasi
Windows 95, sebuah sistem operasi 32-bit yang menawarkan fasilitas dan
tampilan yang lebih baik. Manajemen file yang 32-bit ini memungkinkan penamaan
file panjang hingga 256 karakter. Selain itu, sistem multitaskingnya juga
lebih ditingkatkan, kini aplikasi yang terbuka akan terlihat pada taskbar yang
dengan mudah dapat diakses kembali hanya dengan mengklik lambangnya pada
taskbar. Selain itu, setiap aplikasi yang dijalankan pada sistem operasi ini
dijalankan pada suatu virtual machine tersendiri yang terpisah dari aplikasi
yang lain. Hal ini membuat jika suatu aplikasi mengalami hang tidak akan
berpengaruh besar terhadap sistem operasi. Anda hanya perlu menutup aplikasi
bermasalah tersebut dan anda dapat bekerja dengan normal kembali.
Saat
ini, Windows sudah memiliki banyak versi, seperti Windows 95, Windows95 OSR
2.1, Windows95 OSR 2.5, Windows98, Windows98 SE, dan yang paling akhir,
Windows Millenium Edition atau lebih dikenal dengan WindowsME.
Selain
mengembangkan sistem operasi Windows untuk pengguna pribadi, Microsoft juga
mengembangkan sistem operasi Windows khusus untuk pemakaian dalam jaringan dan
perkantoran yang disebut dengan WindowsNT. Keistimewaan sistem operasi ini
dibandingkan dengan Windows untuk pengguna pribadi (Windows9x) terletak pada
fungsi jaringannya yang diperluas dan sistem keamanan dan kestabilannya yang
jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem Windows9x. Saat ini, versi terakhir
dari WindowsNT adalah WindowsNT 5.0 yang dikenal sebagai Microsoft Windows
2000.
Tetapi, dari semua sistem operasi Windows yang beredar, terdapat satu
kesamaan yang sudah dikenal secara luas oleh para pengguna Windows, yaitu
seringnya Windows mengeluarkan pesan kesalahan fatal yang dikenal dengan
sebutan Blue Screen Of Death (BSOD). Dinamakan demikian karena biasanya
setelah keluar pesan ini, komputer harus direstart ulang untuk dapat bekerja
kembali.
Referensi Tentang Sejarah Macintosh Operating System (MacOS)
Beberapa orang yang salah kaprah menamakan MacOS sebagai
"Kakek buyutnya tampilan grafis". Tampilan MacOS (Macintosh
Operating System) yang sudah ada. sejak 1984 dan juga mouse, sebenarnya
ditemukan oleh peneliti Xerox SPARC. Tapi Apple-lah yang mempopulerkannya dan
belakangan diikuti Microsoft.
Apple jelas lebih maju. Salah satu sebab penting adalah
hardware dan sistem operasi yang berasal dari produsen yang sama. Dalam
versi-versi awalnya, MacOS telah memiliki fungsi-fungsi yang pada Microsoft
baru dapat dinikmati dengan Windows 95.
Dalam tahun-tahun terakhir ini sistem operasi Apple
secara teknis agak tertinggal. Walaupun selama 15 tahun MacOS juga mengalami
perkembangan yang cukup pesat, tapi beberapa hal pada MacOS tampak agak kuno
dibanding pesaing pada platform lainnya. Versi terakhir yaitu MacOS 8.5.1
memiliki preemptives multithreading, pengaman memori, sistem file modern (HFS+)
dan TCP/IP Stack yang matang.
MacOS 8.5 juga dilengkapi dengan program
"Sherlock". Detektif ini tidak hanya mencari file pada harddisk dan
dalam jaringan lokal, tapi juga dapat beraksi di Internet dan mencari
berdasarkan keyword.
Dengan tampilan grafis yang nyaman dioperasikan, Mac
selalu merupakan pilihan para graphic desainer dan desktop publishing (DTP).
Hal yang tak berubah hingga kini adalah kinerjanya belum dapat ditandingi oleh
Wintel (Windows/Intel) pada aplikasi semacam Photoshop atau QuarkXPress, dan
pada program standar desktop publishing.
Belum lama ini, Apple mengeluarkan sebuah arsitektur
sistem operasi baru, yaitu MacOS X Server. Untuk pertama kalinya, sistem
operasi server yang baru ini berbasis kernel Unix (Mach 2.5) dan menawarkan
multitasking sejati serta kinerja yang jauh lebih tinggi daripada AppleShare
Server biasa. Dengan demikian sistemnya juga lebih stabil. Namun Apple tetap
tak mempercayakan pengendalian server kepada administrator sistem melalui
baris perintah. Semua fungsi komputer dioperasikan lewat tampilan grafis.
Sementara itu, kompatibilitasnya dengan aplikasi MacOS tetap terjaga berkat
bantuan program terkenal yang disebut "BlueBox"
Meskipun belum ditentukan, komputer desktop juga akan
mendapat MacOS X. Yang jelas, kernelnya merupakan sebuah turunan Mach 4 yang
pasti lebih dapat diandalkan dan menawarkan kinerja yang sangat tinggi.
Referensi Tentang Sejarah LINUX
Sistem operasi dengan simbol pinguin ini, akhirnya
berhasil "melompat" dari universitas ke pasar desktop dan server.
Pada tahun 1991 ketika penemu Linux, Linus Torvalds dari
Finlandia, menyediakan sistem operasi mininya secara cuma-cuma melalui
Internet, ia tak mengira, akan menimbulkan "keributan". Dulu pemakai
masih membutuhkan sebuah sistern operasi lainnya (Minix) untuk dapat
menggunakan Linux.
Pada tahun 1992, terjadi diskusi menarik yang terkenal
dengan "Linux is obsolete" antara Andy Tanenbaum, Professor of
Computer Science di Free University of Amsterdamp, yang juga merupakan pembuat
utama sistern operasi Minix, dengan Linus Torvalds tentang kernel monolithic
dan microkemel.
Linux bekerja dengan sebuah kernel monolithic. Sebuah
kelompok kerja di Dresden melakukan percobaan implementasi microkernel yang
dinamakan proyck "Fiasco".
Linus Torvald sendiri tak pernah meragukan, bahwa Linux
akan memantapkan dirinya sebagai sistem operasi server. Kenyataan membuktikan
bahwa para pengguna web server lebih memilih turunan Unix yang gratis ini. Di
level perusahaan, penggunaan Linux sebagai firewall atau webserver meningkat
sangat drastis. Salah satu alasan terpenting adalah tingkat kestabilannya.
Server Linux biasanya dapat difungsikan ratusan hari tanpa booting atau
uptime. Bila dihentikan, biasanya karena adanya pernasangan komponen hardware
baru atau mengupdate kernel.
Oleh karenanya Linux sangat cocok sebagai sistem operasi
untuk server. Selain itu ia juga sangat murah. Selain murah, distribusi Linux
juga dapat digunakan pada beberapa server sekaligus tanpa melanggar aturan
lisensi. Kecuali program database komersial, program server untuk Linux juga
tersedia gratis. Contoh Samba untuk fileserver, Apache untuk webserver,
Sendmail atau Smail sebagai mailserver dan seterusnya. Tidak ada pembatasan
jumlah pengguna (client) oleh lisensi, baik pada Linux mau pun program server.
Persyaratan teknis dapat diatasi dengan penggunaan hardware yang lebih baik (multiprosesor,
RAM yang lebih besar, serta kapasitas harddisk yang lebih besar).
Tanpa dukungan para produsen hardware dan software,
sistern operasi apapun tidak akan bisa berkembang, termasuk Linux.
Produsen-produsen software terkemuka telah membuat aplikasi profesional untuk
Linux, Di antaranya adalah perusahaan database, yang menawarkan produk
andalannya untuk Linux. Sebut saja Oracle, Informix, Sybase, IBM, Inprise (dulu
Borland) dan Software AG. Menurut informasi, SAP juga sedang membuat R/3 untuk
PC dengan sistem operasi Linux yang diperkirakan rampung pada kuartal ke 3
tahun ini.
Persaingan antar sistem operasi tidak hanya ditentukan di
pasar server, tapi juga terutama pada. meja kerja di kantor dan di rumah.
Kriteria pemilihan sistern operasi untuk server tak sama dengan untuk PC
desktop. Selain banyaknya fungsi dan harga, instalasi dalam bahasa negara
pemakai yang bersangkutan, perawatan, paket Office, programprogram yang
ditawarkan, dan game, pengoperasian yang mudah dan intuitif juga tidak kalah
pentingnya.
Di masa lalu Linux masih memiliki kelemahan dalam hal-hal
tersebut. Kini kelemahan tersebut telah dikurangi dan diramalkan akan lenyap
seluruhnya. Para produsen distribusi Linux selalu memperbaiki program
instalasinya dari versi ke versi dengan tujuan menyingkirkan hambatan-hambatan
bagi pemakai.
Kernel Linux sendiri dapat mengenali semakin banyak
komponen hardware secara otomatis, sehingga pemakai tidak mutlak memerlukan
pengetahuan mengenai alamat 1/0 atau Interrupts untuk instalasi.
Menyangkut paket Office juga sudah ada perbaikan. Selain
software klasik untuk Unix, yaitu Applix, sduah ada Star Office 5 dan
WordPerfect 8 dari Corel, yang diberikan gratis bagi pemakai pribadi (lihat
"Aplikasi standar untuk Linux"). Perbaikan juga sedang dilakukan
pada paket Office yang terintegrasi, Koffice for KDE.
Program-program populer yang mapan juga semakin banyak
tersedia untuk Linuix, misalnya Acrobat Reader, program CAD Varcon, ARCAD, dan
Matheinatica.
Program-program Linux untuk text-console juga dapat
dipakai sehari-hari. Untuk mengoperasikannya, memang perlu sedikit membiasakan
diri tapi semua fungsi yang penting telah tersedia.
Kelebihannya sering terletak pada konfigurasi yang
beragam, dimana dengan sistem modul dari aplikasi dan tools dapat diciptakan
lingkungan aplikasi sesuai keinginan. Hal ini memungkinkan dapat dihasilkannya
sistem operasi yang stabil dan cepat.
Desktop manager standar untuk tampilan grafis Linuix
Xfree86 disebut Fvwm dan cukup rumit dioperasikan. Sebaliknya KDE (K Desktop
Environment) versi 1.1.1 lebih menyerupai Windows 98. Fungsi drag and drop,
request HTTP dan FTP dalam jendela dimungkinkan. Selain itu aplikasi untuk KDE
sudah banyak tersedia dan akan terus bertambah. Cukup mudah membuat program
aplikasi KDE, karena KDE berbasis pada Qt milik perusahaan Troll Tech dari
Norwegio.
Sejak ada proyek KDE, lisensinya sebagai software gratis
dipertentangkan. Qt untuk Linux adalah software gratis, tapi terikat lisensi
Troll Tech. Sedangkan untuk platform lain, Qt tidak gratis. Karena itu
beberapa distributor seperti Redhat dan Debian tidak mau mengedarkan KDE
secara resmi. Tapi mulai versi 2.0 mendatang, Troll akan memasukkan Qt ke
bawah lisensi Open Source. Langkah ini tentunya menguntungkan bagi penyebaran
KDE.
Bila Anda kurang berminat pada KDE, Anda dapat mencoba
GNOME (GNU Network Object Model Environment).Walaupun tak sematang" KDE, desktop manager yang sejak awal dikonsep
sebagai software gratis ini memberi kesan yang positif
Dimulai dari muncuinya versi kernel 2.2 yang
ditunggu-tunggu, dan kemudian 2.2.0 lalu 3 hari kemudian diikuti versi 2.2.1
sebagai bug fix. Tidak lama kemudian versi berikutnya, yaitu 2.2.2 sudah
beredar dan kini telah mencapai versi 2.2. 10 (stable version). Perkembangan
versi baru yang demikian cepat menunjukkan bahwa versi 2.2 merupakan sebuah
milestone yang penting.
Meskipun tidak mudah, tapi mengupgrade kernel
menguntungkan karena banyak penambahan baru yang akan dijelaskan berikut ini:
Prosesor:
Kernel 2.2 mendukung feature (juga bug) prosesor non-Intel seperti AMD.
Komputer dengan multiprosesor (hingga 16 prosesor) kini berfungsi lebih
efektif dan lebih mudah dikonfigurasikan dibandingkan pada kernel 2.0. Begitu
juga dengan Power Management.
Selain itu kernel 2.2 juga dapat digunakan untuk prosesor
Motorola 68K, SPARC, PowerPC, dan ARM. Bahkan mendukung platform 64bit dengan
Sparc64 dan Alpha dengan 64bit. Tapi kemajuan juga ada harganya. Kini pada
prosesor Intel dan yang kompatibel dengan Intel, 4 MB RAM tidak lagi cukup.
Minimal 8 dan lebih baik lagi 16 MB.
PCIBus:
Dukungan untuk komputer "mikro kanal" IBM datang terlambat dan
kebanyakan sudah tidak dipakai lagi. Yang menentukan adalah perbaikan untuk
PCI dengan akses langsung pada BIOS PC. Akses mclalui driver pada CMOS RAM
juga diimplementasikan. Konstruksi modul kernel yang dapat diload secara
otomatis dengan "kerneld" dipindahkan ke kernel.
EIDE, SCSI, USB:
Port paralel IDE akan lebih mudah dioperasikan dan untuk SCSI ada driver untuk
host adapter yang baru. Beberapa dari IrDA Controller kini ditemukan oleh
kernel. Tidak demikian halnya dengan USB Controller.
Soundcard, joystick:
Jika dulu cukup sulit untuk membunyikan soundcard, maka dengan adanya kernel
yang baru seharusnya bisa menjadi lebih baik/lebih mudah. Banyaknya kode baru
dan dukungan Plug-and-Play serta. kata "support out of the box"
membuat proses instalasi jauh lebih mudah dan menyenangkan daripada sebelumnya.
Selain itu terdapat modul joystick dan dukungan terhadap digitizerpads yang
disukai para graphic designer.
Sistern file:
Meskipun sistem file lama Ext hilang, itu bukanlah suatu kerugian. Kini
pemakai dapat mengakses drive Windows yang dikompresi. Sedangkan akses tulis
pada NTFS masih dinantikan. Disket SCSI Macintosh hanya dapat dibaca, sama
dengan UFS dari FreeBSD, Solaris dan sistem BSD-Unix. Untuk pengamanan
terhentinya arus listrik, dapat digunakan DiskArrays menurut RAID 0, 1, 4, dan
5.
Linux kini dapat meload Codepages UNICODE Microsoft untuk
menampilkan nama. file, yang bermanfaat dalam menginstalasikan sistem file
berbasis VFAT Windows 95/98 dan Joliet. Sehubungan dengan itu, para developer
kernel telah membuat cache khusus untuk nama file yang bertujuan mempercepat
proses "open file".
Jaringan:
Di samping banyak network card baru, protokol Internet IPv6 telah menemukan
akses protokol Netware SPX dan sistem file Coda. TCP/IP biasa telah dilengkapi
dengan konfigurasi alamat serial melalui BOOTP dan RARP. Default-Route sistem
kini dibuat sendiri oleh kernel, sehingga "add route ..." tak lagi
diperlukan. Code untuk IP-Tunneling dan fungsi-fungsi firewall telah direvisi
total.
Sebagai sistem operasi server yang murah dan untuk tujuan
komersial, Linux merupakan alternatif "sejati" bagi Windows NT
maupun sistern Unix komersial. la sangat tepat sebagai klien Internet ataupun
Intranet berkat protokol TCP/IP dan Netscape Navigator yang selalu aktual dan
tingkat kestabilannya.
Sistern operasi desktop Linux sebagai pengganti Windows
98 juga disarankan dengan makin meluasnya dukungan hardware dan software.
Meskipun proses instalasinya lebih rumit dibandingkan dengan Windows, Linux
mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dipunyai sistem operasi lain.
Referensi Tentang Sejarah UNIX
Unix yang beredar di dunia dewasa ini sudah
terbagi menjadi 2 bagian, sistem Unix komersial yang dipegang Solaris dari Sun
dan UnixWare dari SCO, dan sistem Unix gratis yang dimotori oleh FreeBSD.
Untuk sistem operasi Unix komersial, bidang aplikasi
utama adalah server Intranet dan database.
Meskipun mempunyai sejarah yang panjang, stabilitas yang
telah terkenal, dan kinerja yang lebih baik pada beberapa bidang dibanding
Windows NT, tak urung pangsa pasarnya mulai menghilang. Sebabnya adalah harga
yang mahal dan kecepatan inovasi Linux yang lama kelamaan mendesak sistem Unix
komersial.
Para produsen yang bersangkutan telah mencoba bereaksi
pada tekanan pasar. Pada SCO, Anda bahkan dapat memilih UnixWare 7
atau OpenServer 5.0.5 dan memesannya secara online. Namun dalam kernampuan
multiuser keduanya tak sebaik versi komersial.
Untuk Solaris dan SCO tersedia LinuxEmulator untuk
menjalankan program Linux, yaitu ELF dan a.out yang tersedia di http://www.ugcs.caltech.edu/~steven/lxrun.
Dan mulai UnixWare 7.1 disertakan sebuah emulator.
Instalasi Solaris untuk CPU Intel cukup mudah: Anda hanya
membutuhkan 2 buah partisi kosong. Boot-manager Solaris diinstalasikan
kemudian, bila belum ada. Anda dapat memilih 2 cara instalasi: Interaktif
seperti biasa atau berbasis web browser.
Pengenalan hardware berlangsung otomatis dan memberikan
hasil yang lumayan. Pembuatan partisi sebaliknya agak rumit, karena
interaksinya sama sekali lain dengan program FDISK umumnya.
Routine instalasi SCO UnixWare lebih maju dibanding
Solaris, tapi tak dapat langsung menemukan banyak network card.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bagi para pemakai
rumahan yang ingin mencoba sistem Unix, dapat memakai versi gratis, seperti :
FreeBSD
NetBSD 1.3.3
FreeBSD kompatibel secara binari dengan SCO-Unix, BSDI,
NetBSD, Linux dan 386BSD. Secara teoritis, ini berarti program sistem
operasi-sistem operasi tersebutjuga dapat digunakan pada FreeBSD.
Instalasi FreeBSD mirip dengan Linux: Pertama-tama anda
harus membuat 2 buah disket boot atau juga bisa langsung memanggil dari CD,
memboot dari disket, mempartisi harddisk dan memulai program instalasi. Pada
FreeBSD, kebanyakan bagian program ada pada CD dalarn bentuk paket, yang dapat
dicopy satu demi satu ke dalarn harddisk dan juga dapat disingkirkan kembali
jika diinginkan.
FreeBSD tidak dapat digunakan pada mikrokanal lama PC
IBM. Yang lebih buruk lagi adalah ia juga tak mendukung ISA Plug-and-Play
card. Sebagai tampilan grafis bisa digunakan Xfree86 versi 3.3.3, dengan
desktop manager seperti KDE, GNOME, AfterStep, dan WindowMaker.
Pada beberapa tes benchmark yang dilakukan, FreeBSD dapat
berjalan Iebih cepat daripada Linux dalam beberapa bagian, misalnya sebagai
server NFS (Network File System adalah protokol fileserver yang umum antara
sesama sistem operasi Unix).
Selain program Unix gratis dari BSD, kini produsen
seperti Sun dan SCO menawarkan sistem operasinya secara (hampir) cuma-cuma
sebagai versi perkenalan. Yang mencobanya mungkin suatu hari akan
menggunakannya untuk bekerja dan dengan demikian wajib membayar. Selain itu
software yang gratis diyakini bisa meningkatkan penyebaran dan membantu
menemukan bug dengan lebih cepat.
Para "pejuang" software gratis menolak politik
lisensi ini. Mereka mengkritik, bahwa softwarenya tetap terikat lisensi, dan
tidak boleh dicopy secara bebas. Dibanding Linux, driver hardwarenya juga
kurang menyenangkan.
Namun pengalaman para produsen berefek positif pada
produknya. Kestabilan dan ketersediaan banyak aplikasi server dan Internet
client merupakan nilai lebih.
Sebagian besar kernel Unix ditulis dalam bahasa
pernrograman C dan karenanya dapat dipindahkan ke platform hardware lainnya
dengan sedikit upaya. Sistem file disusun secara hirarkis dengan direktori
seperi halnya Linux, sedang hardware dikontak melalui interface simbolik.
Jika dibandingkan dengan Linux, maka masalah yang ada
pada FreeBSD dan NetBSD adalah keciInya basis developer dan pernakai yang
mencari bug/kesalahan program. Selain itu, hampir tak ada aplikasi komersial
untuk BSD yang gratis. Sebagai server database dan sistem operasi desktop,
masa depan sistem operasi ini tidak jelas., termasuk untuk masa depan.
Secara prinsip, turunan BSD yang berasal dari software
gratis ini setidaknya sama baiknya dengan Linux dalam kebanyakan aplikasi
server. Itu sebabnya kenapa cukup banyak ISP (Internet Service Provider) yang
menggunakan BSD. Hanya saja dukungan hardwarenya tidak jelas. Karena kurangnya
developer dan pemakai serta dukungan hardware, keluarga Unix yang gratis ini
tak bisa menandingi perkernbangan Linux yang demikian cepat.
Referensi Tentang Sejarah Be Operating System (BeOS)
Sejak versi pertamanya tahun 1997, salah satu tujuan
utama BeOS, adalah mengeIola jumlah data yang besar secara optimal. Sistem
operasi ini dapat memenuhi tuntutan aplikasi-aplikasi multimedia dengan
dukungan multi prosesor, sistern file 64-bit, dan multithreading.
BeOS sepenuhnya kompatibel dengan semua arsitektur Intel,
AMD, dan PowerPC serta mendukung pula penggunaan multi prosessor hingga 16
prosessor (hingga versi 5).
Pada mulanya BeOS dikembangkan untuk BeBox, sebuah
komputer dengan 2 prosesor PowerPC dan dengan memori utama maksimal 256 MB.
Meskipun BeOS dulu termasuk sangat lengkap, tapi ia tak dapat menyaingi sistem
operasi yang telah mapan seperti Intel dan Macintosh. Salah satu sebabnya
adalah jatuhnya harga produk Microsoft secara drastis selain lebih matangnya
dukungan vendor dan kompatibilitas Windows. Setelah itu produsen Be langsung
bereaksi dan sejak versi 3, sudah tersedia BeOS untuk Power Macintosh dan
untuk PC berbasis prosesor Intel.
Dengan arsitektur multithreading, BeOS memanfaatkan
prosesor secara optimal. Dari sistern file hingga tampilan, sistem operasi
dibagi-bagi dalam threads. Threads adalah pekerjaan atau tugas yang dapat
dilaksanakan secara terpisah dan tak tergantung satu sama lain. Bila ada
beberapa prosesor pada satu PC, BeOS dapat membagi-bagi threads secara dinamis
kepada setiap prosesor.
Hal ini dapat mengurangi waktu proses secara signifikan.
Sistem operasi seperti Windows 95/98 bekerja dengan
sistem file 32-bit yang membatasi besar sebuah file maksimal 4 GB.Lain halnya
dengan BeOS yang bekerja dengan sistem file 64 bit, sebuah file pada BeOS
dapat mencapai ukuran hingga 18 juta terrabyte atau lebih dari 18 milyar
bytes.
Selain itu sistem file juga mencatat semua yang dilakukan.
Artinya, setelah hubungan listrik terputus, ia dapat mengembalikan semua data
seperti semula. Bila sistem operasi server membutuhkan berjam-jam untuk itu,
BeOS hanya perlu beberapa menit, karena ia hanya menstart ulang transaksi yang
belum selesai dan menutupnya. Aksi yang sudah selesai dihapus dari protokol.
Sebuah sistem operasi menjadi menarik, bila program atau
software-softwarenya telah tersedia. Daftar program yang tersedia untuk BeOS
masih sedikit dan kalah jauh jika dibandingkan dengan Windows. Namun dalam
usia yang masih muda, hal ini dapat dimaklumi. Beberapa program untuk Be yang
sudah tersedia, misaInya adalah Globe Productive, sebuah paket ArtWork dengan
pengolah teks, kalkulasi tabel, dan modul gambar. Di bidang multimedia, 26
produsen seperti Steinberg (Nuendo, pengolahan file sound) atau Emagic (logic
Audio, pengolahan realtime sound) berencana akan membuat software untuk BeOS.
Dalam waktu dekat BeOS akan mendukung prosesor Intel
Pentium III dan 4 yang direncanakan sudah terintegrasi mulai versi 4. 1. Lebih
lanjut ke depan akan ditentukan mengenai program-program dan dukungan
hardware. Jumlah software dan driver yang kini masih sedikit akan terus
bertambah dan semakin banyak produsen ternama yang membuat produk untuk
platform ini.
Produsen hardware juga mendukung BeOS. Di Eropa, Fujitsu
misalnya akan memberikan BeOS 4.0 ke dalarn paket PC yang Anda beli jika
diinginkan. Pada versi 5.0 yang direncanakan untuk diluncurkan pertengahan
tahun ini, BeOS juga menarik bagi pemakai komputer di Indonesia. Kabar
terakhir menyebutkan bahwa BeOS juga sedang memikirkan ke arah opensource
Pada versi 4.0, salah satu kelemahan BeOS yang penting
telah disingkirkan. Sejak itu BeOS juga mampu menulis dan membaca sistem file
FAT Windows dan DOS. Dengan demikian dual-boot berfungsi tanpa masalah
(Windows dan BeOS pada PC yang sama). Dengan arsitektur dan dukungan produsen
software multimedia, BeOS akan mampu menjadi sistem operasi multimedia masa
depan.
Referensi Tentang Sejarah OS/2 Warp
Sistem operasi OS/2 Warp dikembangkan oleh IBM. Di balik
nama "OS/2 Warp Server for E‑Business", terdapat OS/2 versi
5.0 yang baru. Hingga saat ini masih belum jelas, apakah akan ada versi
terpisah umuk desktop atau sernuanya dalam satu paket.
Tidak banyak yang diketahui tentang sistem operasi ini.
Teknik sistem file yang digunakan adalah "Journaling File System" (JFS).
Strukturnya lebih menyerupai database daripada sistem file. Berkat JFS, setiap
perubahan dapat dibatalkan dan pemeriksaan integritas seperti yang dituntut
oleh NTFS atau sistem lainnya tak diperlukan. Ini merupakan keuntungan yang
besar bagi sebuah server, yang harus selalu available 100%, baik dalam
Intranet maupun Internet.
Software yang tersedia untuk pengguna pribadi relatif
sedikit. Untuk aplikasi bisnis sudah tersedia versi Star Office yang sesuai.
Di bidang aplikasi khusus, misaInya untuk bank atau asuransi, dimana keamanan
investasi merupakan hal penting bagi pelanggan, OS/2 menguntungkan untuk
investasi karena mampu mendukung versi yang lama.
Seperti
sebelumnya, kelebihan utama OS/2 adalah arsitekturnya yang kuat. Kernel
preemptives multitaskingnya sangat stabil dan hanya. dapat disaingi oleh Unix.
Integrasi Java dalam sistem membuat Warp server penghubung platform im menjadi
sebuah "server untuk semua". Ini mungkin trend masa depan, dimana
Warp menghubungkan sernua sistem operasi dengan sernua platform dalam jaringan
("any to any").
Referensi Tentang Sejarah JavaOS
Mungkin hanya sedikit dari kita yang mengetahui atau
setidaknya pernah mendengar tentang sistem operasi Java ini. JavaOS ini juga
dibuat oleh perusahaan yang sama yang menciptakan bahasa pemrograman internet
yang sudah lebih dulu populer, Java. Jalur pengembangan JavaOS terbagi dalam beberapa cabang:
Ada JavaOS untuk consumer, yaitu sebuah sistern operasi untuk televisi,
Web-Phones, dan komputer saku (palmtop). Di sisi lain Sun mengembangkan
dan memasarkan JavaOS for
Business yang lebih ditujukan untuk penggunaan pada jaringan perusahaan.
JavaOS bukan pengganti sistem
operasi biasa yang utuh, melainkan lebih tepat disebut sebagai sebuah
lingkungan (pengembangan) bagi perusahaan. Pendahulu JavaOS for Business
adalah JavaOS for NC. Konsep im dibuat untuk Thin Clients, yang dapat
beroperasi tanpa harddisk. Konsekuensinya: Yang ingin menggunakan JavaOS
membutuhkan server Windows NT untuk booting.
Dengan versi Businessnya JavaOS dioptimalkan bagi
platform industri yang terbuka. Dengan demikian perusahaan dapat melakukan
perawatan dan mengelola aplikasi web dan Java secara sentral melalui
serverjaringan. Seluruh sistem operasi klien juga dapat dikelola secara
sentral melalui server. Softwarenya tak perlu diinstalasikan pada setiap
komputer klien.
Menurut keterangan Sun Microsystems, untuk platform Java
tersedia lebih dari 1200 aplikasi komersial. JavaOS Runtime yang tak
tergantung platform dan kernel khususnya membentuk kedua lapisan utama sistem
operasi. Komponen penting Runtime adalah Java Virtual
Machine.
Di Amerika Serikat JavaOS for Business dijual seharga US
$ 90. Dalam paket penjualannya, termasuk produk lain seperti misalnya Java
Development Kit (JDK).
Bisa Download disini http://www.ziddu.com/download/14127687/refrensisejarahsistemoperasi.doc.html